PANDEGLANG - Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, Komandan Koramil 0117/Panimbang beserta Babinsa, Kapten Inf Sutiyoso serta Sertu Yudi Ismanto dan Serka Lili Suheli, melaksanakan kegiatan mitigasi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah binaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Rabu (09/09/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada warga masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah pesisir Pantai Selat Sunda. Edukasi diberikan agar masyarakat memahami potensi risiko bencana serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama unsur pemerintahan desa memberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan, kesiapan keluarga, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pentingnya mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Salah seorang mitra binaan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Koramil yang telah memberikan sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir agar kami mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat, ujar salah seorang mitra binaan.
Babinsa Koramil 0117/Panimbang, Sertu Yudi Ismanto, mengatakan bahwa kegiatan mitigasi merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
Kami mengajak seluruh warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak panik apabila terjadi bencana. Masyarakat harus memahami jalur evakuasi, titik kumpul, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait, ungkap Sertu Yudi Ismanto.
Senada dengan hal tersebut, Danramil 0117/Panimbang, Kapten Inf Sutiyoso, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Kesiapsiagaan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan komunikasi yang baik antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, dan masyarakat sehingga apabila terjadi bencana, proses evakuasi dan penanganannya dapat dilakukan secara cepat, tertib, dan terkoordinasi, kata Kapten Inf Sutiyoso.
Sementara itu, Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Fajar Aulia Putra, S.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan mitigasi bencana merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat.
Kami terus mendorong jajaran kewilayahan untuk aktif memberikan edukasi dan membangun kesiapsiagaan masyarakat. Langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, ujar Letkol Inf Fajar Aulia Putra, S.I.P.
Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi, menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.
Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama. Dengan koordinasi yang kuat, komunikasi yang cepat, dan masyarakat yang memahami prosedur evakuasi, risiko korban akibat bencana dapat ditekan semaksimal mungkin, tegas Brigjen TNI Daru Cahyadi.
Selanjutnya, Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung upaya penanggulangan dan mitigasi bencana sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
TNI memiliki komitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi potensi bencana alam. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga komunikasi dengan aparat dan pemerintah setempat, serta selalu mengikuti informasi resmi agar setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat, ujar Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta kesiapan warga Desa Cibungur dan masyarakat di wilayah pesisir Selat Sunda dalam menghadapi potensi bencana. Dengan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi kewilayahan, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa mitigasi bencana merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Dede Haryadi.